
Ancaman Ekologis Hutan Tanaman Energi Mengintai Siberut
Penulis: Febrianti & Jaka HB | Foto: Jaka HB, Uyung Hamdani | Infografis: Rakhmill Terbit pada 19 Desember 2025 Selama tiga minggu berturut-turut pada

Penulis: Febrianti & Jaka HB | Foto: Jaka HB, Uyung Hamdani | Infografis: Rakhmill Terbit pada 19 Desember 2025 Selama tiga minggu berturut-turut pada

Pengetahuan yang Bertahan di Tangan Perempuan Sipora, Saat Alam Tak Lagi Sama Teks dan Foto: Uyung Hamdani Terbit pada 15 Desember 2025 Lebih kurang tiga

Kami petani digusur
Di-binatang-kan oleh bejatnya korporasi
yang dibekingi oleh para aparat
mimpi kami hancur berkeping-keping
semua tanaman kami dihancurkan
rumah bagonjong, musala dan pondok-pondok petani dihancur-leburkan
tanpa meninggalkan rasa iba…

Jika dibagikan tiap kepala keluarga Rp50 ribu dikali 500 ribu kubik kayu: Rp250 juta dibagi ke 63 kepala keluarga mendapat Rp3,9 juta. Menurut Liberius, sistem pembagian dilakukan merata agar tidak menimbulkan konflik antarwarga.

Tak hanya itu, mereka juga biasanya mencari kayu bakar atau bambu, sementara sebagian warga lainnya mengelola ladang kecil di lereng-lereng bukit. Mereka menanam jahe, kunyit, dan lainnya.
Bagi mereka, hutan bukan hanya tempat mencari obat, tetapi juga ruang hidup yang menyediakan kebutuhan sehari-hari.

“Selama dua tahun kami memperjuangkan keterbukaan agar masyarakat tahu sejauh mana tanggung jawab negara dan korporasi dijalankan. Pemerintah yang baik dan transparan seharusnya tidak menutup-nutupi informasi yang menyangkut keselamatan warga dan lingkungan,”

Yang menyatakan alas hak tersebut telah memenuhi ketentuan minimal sebagaimana diatur dalam PP 24 tahun 1997 tentang pendaftaran tanah,” tambahnya. (*)

Uji kepedulianmu terhadap hutan dan masyarakat adat!
Hutan Mentawai adalah salah satu paru-paru kehidupan di Sumatera Barat. Di dalamnya hidup masyarakat adat, satwa langka, dan sistem ekologis yang menjaga keseimbangan bumi. Namun, ancaman datang dari banyak arah — mulai dari ekspansi korporasi, kebakaran lahan, hingga kebijakan yang mengabaikan hak masyarakat lokal.
Melalui game interaktif “Rimbawan Penyelamat Hutan – Mentawai”, kamu diajak menjadi rimbawan muda yang menghadapi berbagai dilema nyata penyelamatan hutan. Setiap keputusanmu akan menentukan nasib hutan, satwa, dan komunitas adat di dalamnya.

“Bayangkan jika sampai 20.000 hektare ditebang, kerugian ekosistem bagi Sipora akan berkali-kali lipat dan itu akan ditanggung negara apabila PBPH itu sampai beroperasi,” katanya.

“Surak Sabeu (terimakasih banyak) Coi,” kata saya saat bersalaman pamit pada Coi. saya diantar Riko ke dermaga Tuapejat menanti kapal ke Padang.
Don’t miss our future updates! Get Subscribed Today!
©2025. Roehana Project
