Rara Yulia Putri selaku Community Development Officer WWF Indonesia mengatakan ini bukan pertama kalinya aplikasi Reconnect+ digunakan.
“sebelumnya sudah digunakan di beberapa project WWF Indonesia khususnya di terestrial (daratan) dan paralel akan digunakan juga oleh tim Marine and Fisheries, serta harapannya dapat digunakan kedepan oleh mitra WWF Indonesia, baik dari pemerintahan, swasta, maupun LSM,” katanya.
Kami melakukan tanya jawab dengan Rara terkait aplikasi ini.
Bagaimana mengatasi masalah petani yang gagap atau kesulitan menggunakan aplikasi Reconect plus?
Kita mengawalinya dengan memberikan kapasitas dalam bentuk Pelatihan Kepada Petani yang akan melakukan Restorasi berbasis Masyarakat.
Dalam pelatihan penggunaan Reconnect+, kami biasanya melakukan pelatihan secara berkelompok.
Apabila terdapat peserta yang belum memiliki HP atau mengalami kesulitan menggunakan perangkat maupun aplikasi, kami akan mendampingi dan mendorong anggota kelompok untuk mendampingi sehingga ada unsur kerja sama dan saling membantu di dalam kelompok tersebut.
Bila dalam Pelaksanaan terdapat kendala yang ditemui oleh Petani, team WWF akan memberikan solusi atau arahan, dan mencatat kendala tersebut.
Bagaimana aplikasi Reconect plus dapat memastkan tingkat keberhasilan restorasi?
Aplikasi Reconnect+ tidak hanya berfokus pada aksi penanaman pohon, melainkan menggunakan pendekatan pengelolaan restorasi berbasis WebGIS (Web-based Geographic Information System). Aplikasi ini dapat memastikan tingkat keberhasilan restorasi dengan melakukan monitoring kondisi penanaman berbasis geotagging dan akan diolah dalam bentuk tingkat hidup penanaman.
Proses pemantauan ini merupakan dasar utama bagi fase pemeliharaan dalam siklus penanaman, sehingga akan mendukung upaya memastikan keberhasilan Tingkat penanaman.
Keberhasilan restorasi dilihat dari tingkat survival rate dan tingkat pertumbuhan yang akan dimonitor.
Kami menerapkan 2 petak ukur.
Pertama, petak ukur permanen (PUP) yang akan dilakukan monitoring rutin di tempat yang sama dengan luasan yang representatif untuk melihat tingkat pertumbuhan tanaman.
Kedua, kami membuat petak ukur yang dipilih dengan metode stratified sampling with random start yang dibuat secara khusus untuk melihat survival rate (hidup/ mati). Lokasi petak ukur ini dibedakan tiap kali monitoring untuk menghindari bias.
Bagaimana cara kerja aplikasi Reconect plus untuk menghitung serapan karbon dan memetakan biodiversity?
Aplikasi Reconnect+ bekerja dalam bentuk dashboard yang digunakan untuk menghitung estimasi serapan karbon dan memetakan biodiversitas berdasarkan data lapangan hasil monitoring restorasi.
Perhitungan serapan karbon dilakukan menggunakan data dari Petak Ukur Permanen (PUP), seperti diameter dan tinggi pohon yang diukur secara berkala.
Data tersebut kemudian diolah menggunakan model alometrik sesuai pedoman Kementerian Kehutanan (2012) yaitu “Model-Model Alometrik untuk Pendugaan Biomassa Pohon pada Berbagai Tipe Ekosistem Hutan di Indonesia.”
Model alometrik yang digunakan disesuaikan dengan tipe ekosistem dan lokasi penanaman. Dari hasil pengolahan tersebut diperoleh estimasi biomassa pohon yang kemudian dikonversi menjadi nilai serapan karbon dalam satuan ton karbon, sekaligus digunakan untuk memproyeksikan pertumbuhan biomassa dan estimasi serapan karbon hingga 10 tahun ke depan.
Bagaimana Reconect plus mampu memberikan transparansi dalam kegiatan restorasi? Apakah sepenuhnya data reconect plus dapat diakses publik secara real time?
Saat ini sebagian data bersifat terbuka bagi publik. Melalui fitur Explore Projects, masyarakat umum dapat melihat daftar proyek restorasi yang potensial, sedang berjalan, telah dilakukan, peta area penanaman, informasi lanskap pendampingan WWF Indonesia dan mitra.
Adapun publik bisa melihat informasi yang ada di website reconnect.wwf.id saja.
Akses data penuh terhadap program penanaman yang diakses oleh mitra dalam bentuk dashboard yang memerlukan proses register sebagai user.
Informasi tersebut diantaranya berupa titik penanaman, sampel foto tanaman, estimasi karbon, serta informasi dan data yang berkaitan dengan program penanaman yang didukung oleh mitra.
